Mau tahu bagaimana perasaan telur yang dikocok di mangkuk sampai berbusa? Pergilah ke Papandayan.
Perjalanan subuh-subuh dari Bandung menuju ke Papandayan sungguh aduhai, lengang dan seger. Perut yang lapar karena belum terisi diabaikan saja. Nanti sampai Papandayan baru makan mie instan pake telur ... pasti sedap. Tetapi ketika masuk di desa Cisurupan, jalanan rusak parah, lubang gede-gede dan dalem, jangan pilih-pilih percuma ceburin aja mobilnya ke lubang-lubang itu. Biarpun sudah jalan pelan, masih saja terbanting-banting kayak perasaan telur kocok itu tadi.
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Dieng Antara Mitos dan Kenyataan
Dieng yang merupakan dataran paling tinggi di Jawa berada di wilayah
kabupaten Banjarnegara dan kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dieng sendiri sebenarnya adalah kaldera yang
berada di kawasan gunung berapi aktif dengan beberapa kepundan kawah pada
ketinggian di atas 2000 mdpl dan dikelilingi gugusan gunung seperti Gunung Sumbing, Gunung
Sindoro dan Gunung Perahu ini. Karena itu Dieng menyuguhkan panorama alam yang begitu kaya dan
luar biasa. Golden sunrise, silver sunrise, gunung berselimut kabut yang
eksotis, kawah-kawah yang masih aktif, hamparan pemandangan di lembah dan
sejuknya udara adalah sebagian di antaranya.
Sepenggal Senja Sejumput Pagi di Ranu Kumbolo
Matahari masih berselimut malam ketika kami berenam
berangkat dari Malang menuju ke Ranu Pani, sebuah desa yang terletak di lereng
gunung Semeru, Jawa Timur. Tujuan saya
adalah ke Ranu Kumbolo, sebuah danau di lereng gunung Semeru, yang terletak
pada ketinggian 2.400 mdpl, sedangkan gunung Semeru sendiri mencapai ketinggian
3.676 mdpl merupakan gunung berapi tertingi di pulau Jawa. Lama perjalanan dari Malang hingga Ranu Pani
sekitar 3 jam, karena aspal yang telah terkelupas dan membuat lubang-lubang di
banyak tempat.
Nyepi be Happy
Bulan Desember memang bukan bulan ideal untuk bikin acara traveling, tapi kalau tidak dolan, rasanya seperti bikin sayur asem tanpa asem. Akhirnya saya pilih menyepi ke Pengalengan. Karena tiba pada hari biasa bukan week end maka gampang-gampang saja mencari kamar kosong di Wisma Malabar yang dikelola oleh PTPN VIII.
Subscribe to:
Posts (Atom)



